Wednesday, July 11, 2012

Batu Amethyst atau Si Kecubung Ungu

batu kecubung ungu amethyst
Batu Amethyst / kecubung
Batu amethyst atau biasa disebut sebagai kecubung adalah batuan yang berasal dari keluarga mineral kuarsa atau quartz. Amethyst adalah batu kelahiran untuk bulan Februari. Amethyt adalah kwarsa yang berwarna ungu sampai merah muda. Warna ungu adalah warna yang digunakan oleh para keluarga kerajaan pada zaman dulu. Oleh karena itu, Banyak sekali peninggalan perhiasan raja-raja pada zaman dulu yang terbuat dari batu amethyst atau kecubung ini.

Amethyst berasal dari bahasa Yunani kuno yang mempunyai makna "jangan mabuk". Warna batu ini yang seperti minuman anggur mungkin mempunyai hubungan dengan kepercayaan Yunani bahwa amethyst akan menghindarkan efek mabuk saat minum anggur. Batu amethyst mempunyai warna ungu yang sangat populer dengan bentuk kristal mentahnya yang indah. Batu Kecubung mempunyai warna ungu yang bermacam-macam, dan tiap daerah penghasil batu ini mempunyai kharakteristik warna yang berbeda-beda. Tambang batu yang berbeda akan memproduksi batu amethyst dengan warna dan ciri khas unik. Para gemolog lah yang dapat mengidentifikasi origin sebuah batu amethyst berasal. Batu amethyst mempunyai nilai kekerasan 7 pada skala Mohs. Batu dengan kekerasan mulai 7 keatas mempunyai sifat kuat terhadap benturan dan cocok dipakai sehari-hari.

Kecubung banyak ditemukan di negara-negara seperti Brazil, Uruguay, Argentina, Bolivia, Indonesia, Namibia, dan Zambia. Kecubung dengan kwalitas warna ungu gelap banyak ditemukan di Australia. Salah satu negara penghasil batu Amethyst dengan kwalitas bagus adalah Rusia, di daerah Siberia. Batu Amethyst yang berasal dari sini terkenal dengan nama Uralian Amethyst.

Batu amethyst dengan kwalitas warna ungu terbaik biasanya dibanderol dengan harga mahal. Harga batu amethyt cenderung terjangkau untuk kwalitas warna dan kejernihan medium. Warna ungu jernih dengan sedikit warna merah ketika terkena cahaya adalah salah satu jenis amethyst yang paling banyak diburu para Kolektor batu mulia.

No comments:

Post a Comment